Dapur
Tujuh sambal, tujuh cerita

Di Bara Kemangi, sambal bukan pelengkap. Sebagian tamu datang karena sambalnya. Setiap meja mendapat tiga sambal pilihan, isi ulang gratis, dan semuanya diulek di cobek batu setiap pagi.
Ketujuhnya
- Sambal terasi: cabai merah, terasi bakar, tomat. Pedas sedang, gurih, cocok dengan hampir semua.
- Sambal dadak: diulek saat dipesan, hanya cabai rawit, garam, dan minyak panas. Paling pedas.
- Sambal matah: irisan serai, bawang merah, dan cabai mentah, disiram minyak kelapa. Segar, pasangan ikan bakar.
- Sambal ijo: cabai dan tomat hijau, bawang bakar. Pedasnya tajam tapi bersih.
- Sambal bajak: dimasak dulu, manis gurih, enak dengan nasi hangat.
- Sambal oncom: oncom bakar dan kencur, aroma khas Sunda.
- Sambal kecap: untuk yang tidak kuat pedas, atau untuk anak-anak.
Kenapa diulek, bukan diblender
Cobek batu menghancurkan serat cabai sambil memeras minyaknya, sehingga rasanya lebih bulat. Blender memotong halus, tapi menghasilkan sambal yang cenderung encer dan hambar. Itu alasan sederhana kenapa ada dua orang di dapur kami yang pekerjaannya hanya mengulek.
Cara memilih
Kalau datang dengan sate, pilih sambal kecap dan sambal bajak. Untuk ikan bakar, sambal matah. Untuk ayam bakar, sambal terasi. Untuk yang berani, pesan sambal dadak dan siapkan es teh.
Artikel ini bagian dari situs contoh. Bara Kemangi adalah restoran fiktif.